banner 728x250

Fajar/Fikri Balas Kegagalan di Asian Games dengan Gelar Juara Denmark Open 2026

Fajar/Fikri mengalahkan pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dengan skor telak 21-8, 21-11 dan menjadi juara Denmark Open 2026(Foto : PBSI)
Fajar/Fikri mengalahkan pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dengan skor telak 21-8, 21-11 dan menjadi juara Denmark Open 2026(Foto : PBSI)
# Mbah WP

Warta7.id – Denmark 19 Oktober 2026 Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, membuktikan kegagalan di Asian Games menjadi motivasi untuk kembali meraih prestasi. Keduanya sukses menjuarai Denmark Open 2026 setelah tampil dominan pada partai final.

Fajar/Fikri mengalahkan pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dengan skor telak 21-8, 21-11. Kemenangan dua gim langsung itu sekaligus mengantarkan mereka meraih gelar juara turnamen tersebut.

Bagi Fajar, gelar ini terasa istimewa karena pada tahun sebelumnya mereka gagal menuntaskan perjuangan hingga menjadi juara di final. Kali ini, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga untuk tampil lebih baik.

“Alhamdulillah sangat bersyukur setelah tahun lalu gagal di final, kali ini kami bisa menjuarai Denmark Open. Semoga menjadi awal untuk prestasi kami ke depannya lebih lagi, motivasi dan percaya diri lebih meningkat,” ujar Fajar.

Ia juga mengungkapkan, kekalahan di Asian Games menjadi pemacu dirinya bersama Fikri untuk bangkit dan mengejar hasil yang lebih baik.

Pasangan ganda putra Indonesia juara Denmark Open, Fajar/Fikri

 

Strategi Menekan Sejak Awal

Keberhasilan Fajar/Fikri tidak terlepas dari strategi menyerang yang diterapkan sejak awal pertandingan. Menghadapi Aaron/Soh yang sudah sering mereka temui, pasangan Indonesia memilih mengambil inisiatif permainan dan tidak memberikan kesempatan lawan untuk mengembangkan pola permainan.

Menurut Fajar, pengalaman bertemu pasangan Malaysia tersebut, bahkan sebelum dirinya berpasangan dengan Fikri, membuat mereka memahami kelebihan dan kelemahan lawan.

“Shuttlecock sangat kencang lajunya jadi kami tidak mau bermain bertahan. Kami dari awal selalu menekan, selalu bermain menyerang, jadi lawan juga tidak bisa berkembang,” jelasnya.

Strategi tersebut terbukti efektif. Fajar/Fikri mampu mengendalikan pertandingan dan menutup final dengan kemenangan meyakinkan.

Fikri Belajar Mengelola Tekanan Final

Sementara itu, Muhammad Shohibul Fikri mengaku berusaha membangun pola pikir baru dalam menghadapi setiap pertandingan. Baginya, setiap laga harus dimulai dari nol agar dirinya tidak terlena oleh hasil sebelumnya.

Fikri juga menyebut pengalaman bermain bersama Fajar memberikan banyak pelajaran, terutama dalam menghadapi tekanan di partai final. Ia mengakui sebelumnya kerap merasa belum maksimal ketika tampil pada pertandingan penentuan gelar.

“Tahun ini dengan pengalaman A Fajar yang sudah melanglangbuana jadi banyak pelajaran dan motivasi yang saya dapat. Selain itu, mungkin saya juga sudah semakin dewasa jadi tidak terlalu banyak yang dipikirkan,” kata Fikri.

Ia memilih lebih fokus pada usaha di lapangan, disertai ikhtiar dan doa, daripada terlalu terbebani oleh berbagai pikiran.

Bagi Fikri, semangat yang ditunjukkan sepanjang final juga menjadi caranya menebus kekecewaan atas kegagalan tahun lalu. Ia tidak ingin kembali kehilangan kesempatan untuk menjadi juara.

“Yang penting banyak usaha, ikhtiar dan doa,” tuturnya.

Target Prestasi Berkelanjutan

Gelar Denmark Open 2026 diharapkan menjadi modal penting bagi Fajar/Fikri untuk meningkatkan kepercayaan diri dan menjaga konsistensi pada turnamen berikutnya.

Fajar juga berharap tren positif bulutangkis Indonesia dalam beberapa bulan terakhir dapat terus berlanjut. Menurutnya, pencapaian tidak hanya perlu ditingkatkan di level senior, tetapi juga di sektor junior agar regenerasi atlet berjalan baik.

Juara Denmark Open, Fajar/Fikri

“Kami berharap terus berprestasi, terus berkembang meraih titel-titel lainnya. Tidak hanya di senior tapi juga di junior,” pungkas Fajar.

Kemenangan di Denmark menjadi bukti bahwa kegagalan dapat menjadi bahan evaluasi untuk bangkit. Bagi Fajar/Fikri, gelar ini bukan alasan untuk cepat puas, melainkan pijakan untuk mengejar prestasi yang lebih tinggi.

**Benksu

banner 325x300
banner 120x600
# Mbah WP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *