banner 728x250
PROFIL  

Steven Kentjana Putra dan Morbidelli: Membaca Arah Baru Motor Premium di Indonesia

Steven CEO APM PT Benelli Motor Indonesia
Steven CEO APM PT Benelli Motor Indonesia
# Mbah WP

Warta7.id – Jakarta, 6 Oktober 2026 — Industri sepeda motor Indonesia sedang memasuki fase perubahan. Motor konvensional berbahan bakar minyak masih menjadi pilihan utama, tetapi kendaraan listrik mulai mengambil ruang. Di tengah perubahan tersebut, Steven Kentjana Putra melihat masa depan industri motor bukan sebagai pertarungan antara mesin combustion dan listrik, melainkan sebagai pasar yang akan berjalan berdampingan.

Steven, CEO APM PT Benelli Motor Indonesia, termasuk sosok yang telah cukup lama berada di industri sepeda motor. Hampir 14 tahun ia menggeluti dunia otomotif roda dua, sebuah bidang yang menurutnya bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga berkaitan erat dengan passion dan lifestyle.

“Apa pun yang kita lakukan harus berhubungan dengan passion kita. Saya suka passion, lifestyle, dan kebetulan di industri otomotif khususnya motor ini chemistry-nya saya dapat,” ujar Steven.

Kini, tanggung jawab Steven tidak hanya berkaitan dengan satu merek. PT Benelli Motor Indonesia menaungi empat brand, yakni Benelli, Keeway, Benda, dan Morbidelli.

Dari empat merek tersebut, Morbidelli menjadi salah satu brand yang menarik perhatian karena diarahkan ke segmen medium-up hingga premium, khususnya pasar big bike dan motor hobi.

Morbidelli

Morbidelli, Menyasar Penggemar Motor Premium

Steven mengatakan, positioning sebuah merek tidak bisa dilakukan tanpa riset dan membaca karakter pasar. Morbidelli pun ditempatkan dengan karakter yang berbeda dari brand lain yang berada di bawah naungannya.

Nama Morbidelli membawa identitas Italia yang kuat. Karena itu, menurut Steven, karakter tersebut menjadi bagian penting dalam membangun positioning Morbidelli di Indonesia.

“Kalau spesifik Morbidelli, identik dengan namanya. Harusnya semua otomatis melihat bahwa ini brand Italia. Secara positioning kita akan coba menaruh dia ke motor-motor medium-up, ke premium, juga big bike,” jelasnya.

Strategi tersebut menyasar konsumen yang tidak sekadar membutuhkan alat transportasi, tetapi mencari pengalaman berkendara, karakter desain, serta identitas dari sebuah sepeda motor.

Morbidelli juga mulai memperluas perhatian pada segmen adventure. Genre tersebut dinilai memiliki ruang pertumbuhan karena menawarkan fleksibilitas penggunaan, mulai dari touring jarak jauh di jalan raya hingga kemampuan melibas jalur off-road.

Showroom Morbidelli

“Motor yang kita sajikan ini memang motor-motor yang hobi. Saat ini kita fokus meramaikan pangsa pasar genre adventure, dalam bentuk dual purpose, full touring, on-road maupun off-road,” kata Steven.

 

Motor Listrik Masuk Fase Menunggu Kepastian

Perubahan terbesar yang sedang dibaca Steven bukan hanya soal desain dan kapasitas mesin, tetapi juga pergeseran teknologi dari Internal Combustion Engine (ICE) menuju Electric Vehicle (EV).

Menurutnya, pasar motor listrik Indonesia masih memiliki peluang besar. Namun, industri membutuhkan kepastian ekosistem agar pertumbuhan EV tidak berhenti hanya pada penjualan produk.

“Ini satu ekosistem, tidak hanya sekadar kita jualan produk. Konsumen juga harus diberikan edukasi dan informasi yang benar-benar membuat mereka yakin bahwa EV ini safety,” ujarnya.

Keraguan masyarakat terhadap motor listrik, kata Steven, sebenarnya mulai berkurang. Konsumen semakin banyak melihat langsung keunggulan EV, termasuk dari sisi efisiensi dan biaya perawatan.

Namun, ia menilai pemerintah tetap memiliki peran penting melalui regulasi, stimulus, insentif, serta kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Bagi Steven, kepastian regulasi akan menjadi salah satu kunci untuk mempercepat penerimaan motor listrik di Indonesia.

“Pemerintah tidak bisa diam saja. Harus memberikan stimulus atau insentif yang bisa dinikmati konsumen dan juga industrinya sendiri,” katanya.

 

ICE Tidak Akan Hilang

Meski melihat peluang besar kendaraan listrik, Steven tidak sepakat jika kehadiran EV dianggap akan mengakhiri era motor konvensional.

Ia justru melihat pasar ke depan akan tersegmentasi. Motor combustion tetap memiliki konsumen dan karakter pasar tersendiri, sementara EV akan berkembang berdasarkan kebutuhan dan preferensi pengguna.

“Motor combustion juga enggak mungkin bisa punah. Market-nya akan terbagi sendiri. Yang melihat nilai positif EV akan mempertimbangkan membeli motor listrik, tetapi motor ICE tetap ada,” tegasnya.

Pandangan tersebut membuat Steven memilih bersikap realistis terhadap perkembangan EV. Ia menyebut kondisi saat ini sebagai fase wait and see, sembari tetap mengikuti perkembangan teknologi, regulasi, dan respons pasar.

Steven CEO APM PT Benelli Motor Indonesia

Menurutnya, konsumen bahkan tidak harus memilih salah satu secara mutlak. Dalam kondisi tertentu, motor combustion dan motor listrik dapat dimiliki secara bersamaan untuk kebutuhan berbeda.

“Kalau kita ada budget, kita tetap bisa punya motor konvensional combustion dan listrik. Tergantung penggunaannya,” ujarnya.

 

Efisiensi Menjadi Daya Tarik EV

Salah satu alasan motor listrik memiliki peluang berkembang adalah efisiensi. Steven melihat biaya perawatan menjadi salah satu nilai positif yang dapat ditawarkan EV kepada konsumen.

Ia menyebut secara kasar penghematan biaya perawatan motor listrik dapat berada di kisaran 40 persen, meski besarnya sangat bergantung pada jenis dan kondisi baterai serta komponen kendaraan.

Karena itu, menurutnya, konsumen kini semakin rasional dalam menentukan pilihan. Mereka tidak hanya melihat harga pembelian, tetapi juga menghitung biaya penggunaan dan perawatan dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, Steven melihat masa depan kendaraan roda dua Indonesia sebagai pasar yang semakin beragam. Motor ICE tetap memiliki tempat, sementara motor listrik perlahan membangun ekosistem dan basis konsumennya sendiri.

Morbidelli

Di tengah perubahan itu, Morbidelli ditempatkan untuk mengisi ruang yang lebih spesifik: motor premium dan big bike yang mengedepankan karakter, gaya hidup, serta pengalaman berkendara.

Steven pun menegaskan bahwa persaingan merek justru memberikan keuntungan bagi konsumen karena semakin banyak pilihan membuat masyarakat dapat membandingkan produk secara lebih objektif.

“Yang paling penting, apa yang kita lakukan ini harus berdampak,” pungkas Steven.

 

**Benksu

banner 325x300
banner 120x600
# Mbah WP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *