banner 728x250

Prof. Deby Vinski Terima MERIT AWARD dari Pemerintah Moldova, Dorong Kerja Sama Investasi Indonesia

H.E. Vasile Tofan, Perdana Menteri Republik Moldova bersama Prof. dr. Deby Vinski, MSc, PhD tokoh Internasional di bidang Anti Aging, StemCell dan Regenerative Medicine(Foto: Ist)
H.E. Vasile Tofan, Perdana Menteri Republik Moldova bersama Prof. dr. Deby Vinski, MSc, PhD tokoh Internasional di bidang Anti Aging, StemCell dan Regenerative Medicine(Foto: Ist)
# Mbah WP

Warta7.id – Oktober 2026  CHIȘINĂU, Moldova — Prof. dr. Deby Susanti Pada Vinski, MSc, PhD, tokoh internasional di bidang anti-aging, stem cell, dan regenerative medicine, menerima penghargaan MERIT AWARD dari Pemerintah Republik Moldova atas kontribusi dan komitmennya dalam mempererat hubungan internasional serta membuka peluang kerja sama antara Indonesia dan Moldova.

Dalam kunjungan diplomatik tersebut, Prof. Deby mendapat kehormatan bertemu Perdana Menteri Moldova H.E. Vesile Tofan, Menteri Luar Negeri H.E. Mihai Pospoi, serta perwakilan Parlemen Moldova. Pertemuan ini menjadi momentum untuk menjajaki kolaborasi di bidang investasi, kesehatan, teknologi medis, pariwisata, dan pengembangan ekonomi.

Prof. dr. Deby Vinski, MSc, PhD tokoh Internasional di bidang Anti Aging, StemCell dan Regenerative Medicine bersama teman-teman rekan kerja(Foto: Ist)

Moldova Dinilai Memiliki Potensi Investasi

Prof. Deby melihat Moldova sebagai negara dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan. Meski relatif kecil, negara di Eropa Timur ini memiliki daya tarik berupa keindahan alam, lingkungan ibu kota Chișinău yang dinilainya bersih dan nyaman, serta peluang investasi di berbagai sektor.

Ia juga mengapresiasi keterbukaan komunikasi pemerintah Moldova dalam mendorong pembangunan dan menjalin hubungan dengan mitra internasional.

“Saya sangat terkesan dengan Moldova. Negaranya indah, kotanya bersih, masyarakatnya ramah, dan saya melihat semangat yang luar biasa dari pemerintahnya untuk bergerak maju. Keterbukaan komunikasi menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan investor internasional,” ujar Prof. Deby.

Berangkat dari pengamatannya, ia membayangkan Moldova dapat mengembangkan diri dengan memadukan keunggulan Singapura sebagai pusat bisnis dan investasi serta daya tarik Monako sebagai destinasi eksklusif dengan kualitas hidup tinggi.

“My vision is to see Moldova become a combination of Singapore and Monaco — a prosperous, beautiful, investment-friendly country with world-class healthcare and longevity services,” katanya.

Menurut Prof. Deby, kemajuan suatu negara tidak hanya ditentukan luas wilayah atau jumlah penduduk, tetapi juga oleh kepemimpinan, kemudahan investasi, kualitas layanan, dan kemampuan membangun kepercayaan internasional.

Rencana Pusat Stem Cell dan Longevity di Chișinău

Salah satu gagasan yang dibawanya adalah rencana pengembangan International Stem Cell & Longevity Centre di Chișinău. Inisiatif ini diharapkan membuka peluang kolaborasi kesehatan antara Indonesia dan Moldova, termasuk dalam layanan kesehatan preventif, healthy aging, precision medicine, regenerative medicine, riset, serta inovasi bioteknologi.

Sebagai Presiden World Council of Stem Cells (WOCS) dan World Council of Preventive, Regenerative and Anti-Aging Medicine (WOCPM), serta pengembang Celltech Stem Cell Centre di Jakarta, Prof. Deby ingin memperluas jejaring kerja sama dengan universitas, rumah sakit, peneliti, dan investor internasional.

“Kita ingin membangun sesuatu yang bukan hanya bermanfaat bagi Moldova, tetapi juga dapat menarik pasien dan mitra internasional. Saya ingin Moldova dikenal sebagai salah satu destinasi longevity dan inovasi kesehatan di Eropa,” ujarnya.

Meski demikian, rencana tersebut masih memerlukan studi kelayakan, kemitraan lokal, serta pemenuhan persyaratan regulasi yang berlaku.

Prof. dr. Deby Vinski, MSc, PhD tokoh Internasional di bidang Anti Aging, StemCell dan Regenerative Medicine

Pariwisata dan Peluang Investasi bagi Pengusaha Indonesia

Selain sektor kesehatan, Moldova memiliki potensi pariwisata melalui kekayaan budaya, alam, kuliner, dan tradisi wine. Salah satu daya tariknya adalah Mileștii Mici, kompleks penyimpanan wine yang dikenal memiliki koleksi sekitar dua juta botol.

Kunjungan Prof. Deby bersama para Konsul Kehormatan juga berlangsung bertepatan dengan perayaan National Wine Day, festival yang menjadi bagian penting dari tradisi wine Moldova. Potensi tersebut dinilai dapat mendukung pengembangan premium tourism, wellness tourism, serta investasi di sektor perhotelan dan hospitality.

Prof. Deby pun mengajak pengusaha Indonesia untuk menjajaki peluang bisnis di Moldova, antara lain di bidang kesehatan dan longevity, properti dan perhotelan, perdagangan wine dan agribisnis, teknologi dan bioteknologi, serta pariwisata dan layanan kebugaran.

Ia mengingatkan bahwa setiap peluang investasi tetap harus dikaji dari sisi bisnis, hukum, dan regulasi sebelum keputusan diambil.

“Saya ingin mengajak para pengusaha Indonesia untuk datang, melihat langsung, dan mengenal Moldova. Jangan hanya melihat ukuran negaranya, tetapi juga potensinya, lokasinya di Eropa, sumber daya manusianya, dan komitmen pemerintahnya untuk maju,” kata Prof. Deby.

Konsulat Kehormatan Jadi Penghubung Kerja Sama

Untuk mendukung penjajakan tersebut, Konsulat Kehormatan Republik Moldova di Vinski Tower, Jakarta, diharapkan menjadi salah satu pintu komunikasi bagi pengusaha, investor, institusi kesehatan, dan mitra strategis Indonesia yang ingin mengenal peluang kerja sama di Moldova.

Melalui jalur komunikasi ini, para pihak dapat menyampaikan permintaan informasi awal, memperkenalkan proposal investasi, serta menjajaki pertemuan dengan mitra dan institusi terkait.

Prof. Deby berharap hubungan kedua negara dapat berkembang melampaui kunjungan diplomatik dan seremoni penghargaan, menuju kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya ingin hubungan Indonesia dan Moldova menghasilkan kerja sama nyata, membuka investasi, menciptakan lapangan kerja, serta membawa manfaat ekonomi dan kesehatan bagi masyarakat kedua negara,” tegasnya.

Penghargaan MERIT AWARD tersebut menjadi momentum bagi Prof. Deby untuk memperluas kontribusi di tingkat internasional melalui ilmu pengetahuan, layanan kesehatan, investasi, dan kolaborasi lintas negara.

“Saya percaya Moldova memiliki masa depan yang cerah. Negara kecil dapat mencapai hal-hal luar biasa dengan visi yang tepat, kepemimpinan yang kuat, dan kolaborasi internasional. Saya ingin Indonesia menjadi bagian dari kisah sukses Moldova,” tutupnya.

Informasi penjajakan kerja sama dan investasi:

Konsulat Kehormatan Republik Moldova
Vinski Tower, Jakarta, Indonesia

Indonesia and Moldova — Building Bridges for Investment, Innovation, Health, and Prosperity.

**Benksu

banner 325x300
banner 120x600
# Mbah WP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *