Warta7.id – Jakarta, 9 Oktober 2026 — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menuntaskan program Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas BERDAYA 2026 di 16 titik pelaksanaan. Program ini melibatkan 2.042 peserta, melampaui target 2.000 penggerak olahraga disabilitas.
Program yang diampu Kedeputian Bidang Pembudayaan Olahraga melalui Asisten Deputi Olahraga Layanan Khusus tersebut dirancang untuk memperkuat ekosistem olahraga disabilitas berbasis komunitas.
Dampak program tidak hanya diukur dari jumlah peserta pelatihan. Berdasarkan rekapitulasi Kemenpora, sebanyak 9.329 masyarakat penyandang disabilitas telah mendapatkan pelatihan melalui kegiatan lanjutan yang digerakkan para peserta ToT.
Capaian tersebut mencerminkan upaya memperluas akses olahraga bagi penyandang disabilitas melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat daerah.
ToT BERDAYA dilaksanakan di Majalengka, Bandung, Semarang, Mojokerto, Tangerang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cilacap, Kota Kediri, Kabupaten Garut, Yogyakarta, Kota Bogor, Kabupaten Bandung, Kabupaten Blitar, Kabupaten Pati, Kabupaten Klaten, dan DKI Jakarta.
Bekali peserta olahraga adaptif
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi yang mencakup olahraga adaptif dan para sport, klasifikasi para sport, metodologi pelatihan disabilitas, pemberdayaan olahraga BERDAYA, identifikasi bakat atlet disabilitas, praktik olahraga adaptif, hingga uji kompetensi.
Metode pelatihan meliputi penyampaian materi, praktik, diskusi, simulasi, dan microteaching. Peserta juga diarahkan menerapkan pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan olahraga bagi penyandang disabilitas, aktivasi komunitas, serta pelatihan dan pembinaan calon atlet.
Dengan pendekatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengembangkan kegiatan olahraga yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan penyandang disabilitas di lingkungannya.
Sertifikasi dan evaluasi kegiatan
Untuk menjaga kualitas penggerak, program BERDAYA menyediakan beberapa skema sertifikasi. Peserta yang memenuhi ketentuan keikutsertaan memperoleh sertifikat peserta, sedangkan peserta yang memenuhi hasil asesmen dapat memperoleh Sertifikat Kompetensi Penggerak Olahraga Disabilitas.
Program ini juga menyediakan sertifikat bagi trainer atau narasumber penggerak olahraga disabilitas di daerah.
Kemenpora turut mengevaluasi aktualisasi peserta berdasarkan sejumlah indikator, antara lain kualitas kegiatan, jumlah dan keberagaman peserta penyandang disabilitas, keterlibatan pemangku kepentingan, inovasi olahraga adaptif, dokumentasi dan pelaporan, serta potensi keberlanjutan kegiatan.
Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pelatihan berlanjut menjadi aktivitas nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui BERDAYA, Kemenpora mendorong semakin banyak komunitas di daerah terlibat dalam pengembangan olahraga disabilitas. Penguatan penggerak di tingkat lokal diharapkan dapat memperluas kesempatan penyandang disabilitas untuk berolahraga sekaligus membuka ruang pembinaan bagi calon atlet disabilitas.
Program ini menjadi salah satu langkah Kemenpora dalam membangun ekosistem olahraga yang inklusif dan memperluas partisipasi masyarakat penyandang disabilitas di Indonesia.
***










