banner 728x250
PROFIL  

Dari Usaha Keluarga ke Industri, Teddy Kembangkan Penzstar Hadapi Perubahan Zaman

Teddy HariJono (Direktur), Reyner Marsenthe(Presiden Comissioner) bersama karyawan PT. Penzstar (Foto : ombenk/warta7.id)
Teddy HariJono (Direktur), Reyner Marsenthe(Presiden Comissioner) bersama karyawan PT. Penzstar (Foto : ombenk/warta7.id)
# Mbah WP

Warta7.id – Jakarta, 15 Oktober 2026 – Perjalanan Teddy membangun usaha di bidang pelumas tidak dimulai dari pabrik besar atau jaringan distribusi modern. Bisnis yang kini berkembang ke pasar industri itu berawal dari usaha sederhana orang tuanya di Bandar Lampung, yakni menjual oli secara eceran di depan terminal angkutan umum pada 1960-an.

Dari penjualan satu liter demi satu liter, usaha keluarga tersebut perlahan berkembang menjadi perusahaan grosir pelumas. Teddy, yang merupakan generasi kedua, kemudian melanjutkan usaha itu setelah menyelesaikan kuliah. Ia membawa bisnis keluarga ke tahap berikutnya dengan mengembangkan jaringan distribusi dan memperluas pasar ke sejumlah wilayah di Indonesia.

“Awalnya orang tua saya hanya berdagang satu liter-satu liter. Dari ritel, kemudian berkembang menjadi grosir. Setelah saya selesai kuliah dan pulang ke Lampung, saya membantu mengembangkan usaha itu menjadi distributor,” kata Teddy saat menceritakan perjalanan bisnisnya.

Dalam perkembangannya, perusahaan sempat menjadi distributor sejumlah merek pelumas. Peluang ekspansi pun terbuka, mulai dari Semarang, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur dan Balikpapan, Kalimantan Timur. Seiring meluasnya jaringan bisnis, Teddy akhirnya memindahkan pusat usahanya ke Jakarta.

Namun, perjalanan tersebut tidak berhenti pada distribusi. Pada 1997, Teddy mulai memasuki industri manufaktur pelumas dan mengembangkan merek sendiri, Penzstar.

Teddy Harijono, Direktur PT. Penzstar(Foto : ombenk/warta7.id)
Teddy Harijono, Direktur PT. Penzstar(Foto : ombenk/warta7.id)

Membangun Merek di Tengah Perubahan Pasar

Keputusan masuk ke industri pelumas berawal dari peluang kerja sama dengan mitra yang memiliki fasilitas produksi. Awalnya, Teddy hanya berniat membuat produk dengan merek sendiri. Namun, perubahan situasi bisnis membuatnya mengambil langkah lebih jauh dengan mengembangkan usaha di sektor produksi.

Nama Penzstar sendiri berasal dari identitas perusahaan yang sebelumnya telah memiliki merek dan logo terdaftar. Merek tersebut kemudian digunakan untuk produk pelumas yang dikembangkan perusahaan.

Memasuki industri menjadi langkah penting bagi Teddy untuk menjaga keberlangsungan usaha, terutama ketika salah satu prinsipal yang produknya didistribusikan perusahaan memutuskan menghentikan distribusi di Indonesia dalam kurun waktu dua tahun.

Di tengah kondisi tersebut, Teddy memilih mencari peluang baru daripada membiarkan jaringan usaha dan sumber daya manusia yang telah dibangun kehilangan arah.

Pengalaman panjang di sektor distribusi menjadi modal untuk memahami pasar, membangun hubungan dengan pelanggan, serta mengembangkan produk sendiri. Meski demikian, ia menyadari bahwa mempertahankan bisnis tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman masa lalu.

Persaingan yang semakin ketat dan perubahan kebutuhan industri mendorongnya mengevaluasi kembali arah bisnis pelumas yang telah dijalani selama bertahun-tahun.

Menurut Teddy, produsen otomotif yang dahulu mengandalkan pelumas dari merek lain kini semakin banyak mengembangkan merek sendiri. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha pelumas, terutama yang bermain di pasar ritel.

Selain persaingan, perkembangan kendaraan listrik juga menjadi salah satu pertimbangan Teddy dalam menyusun strategi jangka panjang. Ia melihat perlunya diversifikasi usaha agar perusahaan tidak hanya bergantung pada satu kategori produk.

Diversifikasi ke Produk Kimia Industri

Sekitar satu dekade lalu, Teddy mulai mengembangkan bisnis keagenan produk kimia industri dari merek asal Amerika Serikat. Produk yang ditangani antara lain coolant, surface treatment, forging, dan degreasing, yang digunakan untuk mendukung berbagai proses industri.

Langkah ini mengubah orientasi bisnis perusahaan. Jika sebelumnya perusahaan banyak berhadapan dengan pasar ritel dan jaringan penjualan yang luas, kini Teddy lebih fokus pada segmen business-to-business (B2B), yakni memasok kebutuhan perusahaan dan pelaku industri.

Perusahaan tetap mempertahankan Penzstar di pasar otomotif, tetapi dengan pendekatan yang lebih terarah. Teddy menyasar perusahaan otomotif, agen alat berat, distributor forklift, serta pelaku usaha yang memiliki jaringan dan kebutuhan produk dalam skala besar.

Dengan strategi tersebut, perusahaan dapat memusatkan sumber daya pada pelanggan industri yang sesuai dengan kapasitas dan arah pengembangan bisnis.

Di sisi lain, usaha keagenan produk kimia terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan industri otomotif dan sektor lain, termasuk pengeboran minyak.

Teddy mengatakan, perusahaan kini juga dipercaya memproduksi salah satu produk dari prinsipal yang diageninya. Produk tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri lepas pantai atau offshore dan tengah dikembangkan untuk memenuhi persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Selain produk yang diproduksi di dalam negeri, perusahaan masih mengimpor sejumlah produk untuk kebutuhan industri otomotif, terutama produk yang berorientasi pada teknologi tinggi dan lebih ramah lingkungan.

Diversifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya Teddy menyiapkan perusahaan menghadapi perubahan industri sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru.

Memperkuat Pasar dan Jaringan Distribusi

Selama menjalankan bisnis pelumas, Teddy membangun jaringan pelanggan di berbagai daerah. Jawa Timur menjadi salah satu pasar terbesarnya, disusul Jawa Tengah dan Lampung. Perusahaan juga memiliki pelanggan di sejumlah wilayah lain, seperti Medan, Palembang, Bangka, dan Kalimantan.

Untuk pasar Jakarta, perusahaan lebih banyak menggarap segmen industri, termasuk pabrik sepatu, tekstil, dan sejumlah perusahaan Korea yang menjadi pelanggan pada masa pengembangan bisnis pelumas.

Sementara itu, pasar di Sulawesi dan Papua masih relatif terbatas. Perusahaan juga pernah menjangkau Timor-Leste melalui ekspor, meskipun Teddy mengakui aktivitas tersebut mengalami penurunan.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perluasan pasar tidak selalu harus dilakukan dengan memperbanyak pelanggan ritel. Bagi Teddy, perusahaan juga perlu menentukan segmen yang paling sesuai dengan kemampuan, jaringan, dan kebutuhan pasar.

Karena itu, strategi Penztar ke depan tidak semata-mata mengejar volume penjualan, tetapi juga memperkuat kerja sama dengan pelanggan industri dan mitra bisnis yang memiliki potensi berkelanjutan.

Kejujuran dan Kemauan Belajar Jadi Kunci

Bagi Teddy, pengalaman membangun usaha sejak generasi orang tuanya memberikan pelajaran bahwa dunia bisnis selalu berubah. Perencanaan jangka panjang yang dahulu dapat disusun dengan relatif pasti kini harus menghadapi perubahan ekonomi, teknologi, dan kondisi global yang semakin cepat.

Situasi tersebut membuat pengusaha perlu lebih adaptif, terbuka terhadap peluang baru, dan tidak berhenti belajar.

“Prinsip hidup yang saya pegang, yang penting kita jujur. Apa pun usaha yang dijalankan, selama kita jujur, pasti ada rezeki dan ada jalan,” ujarnya.

Selain kejujuran, Teddy menekankan pentingnya pembelajaran berkelanjutan. Menurut dia, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau AI, menuntut pengusaha untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan.

Ia juga menyarankan pengusaha pemula mempelajari bahasa Mandarin tanpa mengabaikan bahasa Inggris. Menurutnya, meningkatnya kehadiran industri asal Tiongkok di Indonesia membuat kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Mandarin berpotensi menjadi nilai tambah dalam membangun hubungan bisnis.

Namun, Teddy mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan strategi pemasaran. Pengusaha juga perlu memiliki mental yang kuat, rajin, serta mampu membangun hubungan baik dengan orang lain.

Gudang Penztar

Baginya, komunitas dan jaringan pertemanan merupakan bagian penting dari perjalanan usaha. Relasi yang terbangun melalui kepercayaan dan sikap baik dapat membantu pengusaha menemukan peluang maupun jalan keluar ketika menghadapi kesulitan.

Ia juga menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua dan menjaga hati serta perilaku dalam menjalani kehidupan.

“Jangan mudah merasa mentok. Menurut saya, hidup itu pasti ada solusi dan jalan keluar. Kita harus punya mental yang kuat, terus belajar, menjaga kejujuran, dan jangan lupa berbakti,” kata Teddy.

Perjalanan Teddy dari usaha oli eceran keluarga hingga mengembangkan Penzstar dan bisnis kimia industri memperlihatkan pentingnya kemampuan membaca perubahan pasar. Baginya, mempertahankan usaha bukan berarti terus menjalankan pola bisnis yang sama, melainkan berani menyesuaikan strategi tanpa meninggalkan prinsip yang menjadi landasan.

Kejujuran, kemauan belajar, ketahanan mental, dan kemampuan membangun jaringan menjadi bekal yang ia pegang untuk menjaga keberlangsungan bisnis sekaligus menghadapi peluang industri di masa mendatang.

**Benksu

banner 325x300
banner 120x600
# Mbah WP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *