banner 728x250
PROFIL  

Dari Kebaya di Venice hingga Layar Hollywood, Prof. Deby Bawa Indonesia ke Panggung Dunia

Prof Deby Vinsky nampak anggun dengan kebaya pink dalam acara The Longevity Code di Venice .(FOTO : Dok Pri)
Prof Deby Vinsky nampak anggun dengan kebaya pink dalam acara The Longevity Code di Venice .(FOTO : Dok Pri)
# Mbah WP

Warta7.id – Venice, Italia  Oktober 2026  Ada cara berbeda yang dipilih Prof. Dr. Deby Vinski untuk membawa nama Indonesia ke panggung internasional. Bukan hanya melalui gagasan tentang stem cell, regenerative medicine, dan longevity, tetapi juga lewat kebaya, kain Nusantara, hingga rencana mengangkat isu kesehatan modern ke dalam film Hollywood.

Kiprah itu terlihat dalam sebuah forum internasional di Venice, Italia, Oktober 2026, yang mempertemukan sejumlah pakar dari berbagai negara di bidang preventive medicine, stem cell, regenerative medicine, dan longevity.

Prof. Deby berbagi panggung dengan sejumlah tokoh internasional, antara lain Prof. Dr. Elena Baranova, President World Council of Preventive Medicine (WOCPM) Monaco; Prof. Jaime Rodriguez dari Barcelona; Dr. Daniel Pompa dari Amerika Serikat; serta Dr. Sara Caponigro dari Roma, Italia.

Forum tersebut dimoderatori aktor Hollywood Clayton Norcross, yang dikenal melalui serial televisi The Bold and the Beautiful.

Namun, ada satu hal yang membuat penampilan Prof. Deby berbeda. Di tengah forum yang sarat pembahasan sains dan teknologi kesehatan, ia hadir mengenakan kebaya Kutubaru warna pink handmade dengan detail payet dari Indonesian Heritage.

Kebaya tersebut dipadukan dengan kain karya Guruh Soekarno Putra serta clutch Ulos kombinasi crocodile dari Dekranasda Medan, Sumatera Utara.

Bagi Prof. Deby, pilihan busana itu bukan sekadar soal penampilan. Kebaya menjadi bagian dari pesan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dapat berjalan beriringan dengan identitas dan warisan budaya bangsa.

“Saya bangga berdiri di Venice membawa Merah Putih. Saya ingin dunia melihat bahwa Indonesia memiliki ilmu pengetahuan, inovasi, sekaligus budaya yang luar biasa untuk dibanggakan,” ujar Prof. Deby.

Ia juga hadir bersama sahabatnya, Lisa JK, yang turut mengenakan karya busana Indonesia. Keduanya menjadi representasi kecil Indonesia di tengah pertemuan para ilmuwan dan profesional dari berbagai negara.

Ketika Sains Bertemu Industri Film

Pertemuan di Venice ternyata tidak berhenti pada forum ilmiah. Interaksi dengan sejumlah insan perfilman dunia membuka peluang baru bagi Prof. Deby untuk membawa tema kesehatan dan longevity ke medium yang berbeda: layar lebar.

Prof. Deby, melalui Vinski Production dan dengan peluang kolaborasi bersama production house lainnya, tengah menyiapkan proyek film internasional yang menggandeng aktor Hollywood Clayton Norcross dan Andy Garcia.

Film tersebut dirancang memadukan unsur romance science dan thriller action, dengan longevity therapy sebagai salah satu gagasan utama cerita.

Konsep tersebut berupaya mempertemukan dunia medis dengan cerita populer. Isu mengenai perkembangan terapi kesehatan dan kualitas hidup dikemas dalam sebuah narasi film agar dapat menjangkau penonton yang lebih luas.

Menariknya, Indonesia direncanakan menjadi salah satu lokasi pengambilan gambar. Beberapa tempat yang disebut antara lain Jimbaran di Bali, Vinski Tower di Jakarta, serta kawasan Pangkalan Bun di Kalimantan.

Jika terealisasi, proyek ini tidak hanya membawa cerita tentang sains dan kesehatan ke layar internasional, tetapi juga membuka peluang bagi lanskap Indonesia untuk tampil dalam produksi film berskala global.

Membawa Cerita Indonesia, Bukan Sekadar Nama

Bagi Prof. Deby, perjalanan dari forum ilmiah menuju industri kreatif menunjukkan bahwa diplomasi Indonesia dapat hadir melalui banyak jalur.

Sains, budaya, profesi, dan industri kreatif dapat bertemu dalam satu panggung. Di satu sisi, Prof. Deby memperkenalkan perkembangan preventive medicine, regenerative medicine, stem cell, dan longevity yang selama ini menjadi bidang yang ia tekuni. Di sisi lain, ia membawa simbol budaya Indonesia melalui kebaya, kain Nusantara, dan Ulos.

Pendekatan tersebut membuat pesan yang dibawa menjadi lebih luas: Indonesia tidak hanya memiliki kekayaan alam dan budaya, tetapi juga memiliki sumber daya manusia yang aktif terlibat dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan jejaring internasional.

Mr. Samir Mastaki , Prof. Dr. Deby Vinski , MSc, PhD , Irina Bizz & Mr. Clayton Norcross (Hollywood Star)

Dalam pengembangan layanan kesehatan yang dikaitkan dengan kiprahnya, Vinski Tower dan CELLTECH Stem Cell Centre menjadi bagian dari ekosistem yang dikembangkan Prof. Deby dengan penekanan pada teknologi, privasi, serta pelayanan personal.

Prof. Marhaen Hardjo dari Komite Sel Punca juga menyampaikan pandangannya mengenai teknologi Quantum yang diterapkan dalam ekosistem tersebut dan menyebut akses terhadap teknologi itu masih terbatas secara global.

Sementara itu, layanan stem cell Prof. Vinski disebut telah mendapat pengakuan sebagai Centre of Excellence dari BD, perusahaan teknologi medis asal Amerika Serikat.

Berbagai pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kapasitas kedokteran regeneratif Indonesia dalam jejaring internasional.

Venice Belum Menjadi Akhir

Setelah Venice, agenda Prof. Deby berlanjut ke London melalui World Consensus yang digelar dalam rangkaian peringatan 15 tahun WOCPM.

Forum tersebut akan menjadi kesempatan berikutnya untuk mempertemukan gagasan mengenai preventive medicine, regenerative medicine, teknologi kesehatan, dan longevity dengan jejaring profesional internasional.

Dari Venice, London, hingga rencana layar lebar Hollywood, perjalanan Prof. Deby menunjukkan satu benang merah: membawa Indonesia masuk ke ruang percakapan global dengan cara yang lebih beragam.

Ada sains yang dibawa melalui forum internasional. Ada budaya yang hadir melalui kebaya dan kain Nusantara. Ada pula industri kreatif yang diproyeksikan menjadi jembatan untuk memperkenalkan Indonesia kepada penonton dunia.

Pada akhirnya, pesan yang dibawa bukan semata tentang siapa yang berdiri di atas panggung, tetapi tentang apa yang ikut dibawa bersamanya: pengetahuan, karya, budaya, dan kebanggaan terhadap Indonesia.

**Benksu

banner 325x300
banner 120x600
# Mbah WP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *