banner 728x250

Lakuemas Raih Penghargaan Inovasi Keuangan Emas Digital, Perkuat Ekosistem Bullion Indonesia

Lakuemas meraih penghargaan Excellence in Digital Gold Financial Innovation dalam rangkaian Investor Daily Summit 2026.(Foto : dok, Lakuemas)
Lakuemas meraih penghargaan Excellence in Digital Gold Financial Innovation dalam rangkaian Investor Daily Summit 2026.(Foto : dok, Lakuemas)
# Mbah WP

Warta7.id – JAKARTA, 16 Oktober 2026 — Lakuemas meraih penghargaan Excellence in Digital Gold Financial Innovation dalam rangkaian Investor Daily Summit 2026. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas inovasi perusahaan dalam memperluas akses investasi emas digital sekaligus menghubungkan transaksi digital dengan kepemilikan emas fisik.

Penghargaan itu diberikan berdasarkan penilaian tim riset datasatu.com dan dewan juri. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan bagi Lakuemas untuk memperkenalkan perannya dalam pengembangan ekosistem bullion Indonesia yang mengintegrasikan akses digital, distribusi emas fisik, dan layanan keuangan.

Co-Founder Lakuemas, Minarni Tanu, mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas perjalanan perusahaan sejak 2018 dalam membangun akses investasi emas yang lebih mudah dan relevan bagi masyarakat.

“Perjalanan kami sejak 2018 bukan hanya tentang membangun sebuah platform digital gold, tetapi tentang membangun akses yang lebih mudah, aman, dan relevan bagi masyarakat untuk mengenal dan berinvestasi emas,” ujar Minarni.

Piala penghargaan Investor Daily

Menurut dia, pengembangan ekosistem bullion membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, pelaku industri, perusahaan teknologi, dan sektor swasta. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat infrastruktur sekaligus memperluas distribusi emas kepada masyarakat.

Lakuemas merupakan bagian dari ekosistem Central Mega Kencana (CMK), grup yang menaungi merek perhiasan MONDIAL, Frank & co., dan The Palace Jeweler. Dukungan ekosistem tersebut memungkinkan Lakuemas menghubungkan layanan digital dengan jaringan ritel emas dan perhiasan.

Minarni mengatakan keterhubungan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman transaksi yang lebih terintegrasi, baik melalui layanan digital maupun secara langsung di gerai.

Permintaan Emas untuk Investasi Meningkat

Perkembangan pasar emas juga tercermin dari meningkatnya permintaan emas batangan dan koin (bar and coin) di Indonesia. Berdasarkan data yang dipaparkan Lakuemas dalam Investor Daily Summit 2026, permintaan kategori tersebut meningkat dari 19,09 ton pada 2020 menjadi 55,82 ton pada 2025, atau hampir tiga kali lipat dalam lima tahun.

Tren itu menunjukkan peluang pengembangan emas sebagai instrumen investasi, di samping fungsinya sebagai bahan perhiasan.

Dalam pemaparan yang sama, Lakuemas juga menyajikan ilustrasi investasi selama 25 tahun. Investasi emas sebesar Rp100 juta pada 2001, berdasarkan perhitungan yang dipaparkan perusahaan, dapat mencapai sekitar Rp2,65 miliar pada 2026. Sebagai perbandingan, nilai investasi tersebut diperkirakan menjadi Rp1,55 miliar pada saham Indonesia dan Rp600 juta pada deposito.

Angka tersebut merupakan ilustrasi berdasarkan data historis, bukan jaminan hasil investasi pada masa mendatang. Kinerja setiap instrumen dapat berbeda sesuai kondisi pasar, risiko, dan periode investasi.

Emas kerap dipertimbangkan sebagai salah satu instrumen untuk menjaga nilai kekayaan dan melakukan diversifikasi portofolio. Namun, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan tujuan keuangan, kebutuhan likuiditas, serta karakteristik masing-masing instrumen.

Digital Gold Terhubung dengan Emas Fisik

Co-Founder Lakuemas, Handi Irawan, menjelaskan bahwa perusahaan tidak hanya mengembangkan platform transaksi emas digital, tetapi juga membangun keterhubungan dengan emas fisik melalui mekanisme penukaran atau redemption.

Menurut Handi, salah satu tantangan dalam pasar emas adalah distribusi dan akses. Teknologi digital dinilai dapat membantu mengatasi kendala tersebut dengan memudahkan masyarakat melakukan transaksi.

“Digital gold bagi kami bukan ‘virtual gold’. Digital adalah cara yang lebih mudah untuk mengakses real gold yang memiliki underlying dan infrastruktur yang jelas,” ujarnya.

Lakuemas mengembangkan model layanan yang menghubungkan transaksi emas digital, kepemilikan emas fisik, dan jaringan ritel. Perusahaan menyebut telah memiliki lebih dari satu juta pengguna aktif, lebih dari 1,5 juta unduhan aplikasi, serta dukungan lebih dari 150 gerai dalam ekosistem CMK.

Selain melayani transaksi langsung, Lakuemas mengembangkan konsep Gold-as-a-Service, yakni penyediaan infrastruktur transaksi emas yang dapat diintegrasikan dengan platform mitra, seperti perbankan, perusahaan sekuritas, e-commerce, dan platform korporasi.

Melalui model tersebut, masyarakat dapat mengakses layanan transaksi emas dari platform yang telah digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Literasi Investasi Jadi Perhatian

Di tengah meningkatnya minat terhadap emas, Lakuemas menilai literasi keuangan tetap diperlukan agar masyarakat memahami fungsi emas dalam portofolio investasi.

Para penerima penghargaan

Perusahaan mendorong masyarakat untuk tidak mengambil keputusan investasi semata-mata karena mengikuti tren atau khawatir tertinggal peluang (fear of missing out atau FOMO).

Sebagai bagian dari ekosistem CMK, Lakuemas menyediakan layanan jual dan pembelian kembali (buyback) emas melalui kanal daring maupun luring. Perusahaan juga menyatakan layanannya didukung sertifikasi dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Dengan menghubungkan teknologi digital, emas fisik, dan jaringan ritel, Lakuemas berupaya memperluas akses masyarakat terhadap transaksi emas. Tantangan berikutnya adalah memastikan kemudahan akses tersebut berjalan seiring dengan transparansi transaksi dan pemahaman masyarakat terhadap risiko investasi.

***

banner 325x300
banner 120x600
# Mbah WP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *