banner 728x250

Nina Nugroho Angkat Warisan Wastra Makassar dalam Koleksi TANA DOANG di IN2MOTION FEST x JMFW 2026

Brand busana Muslimah profesional NINA NUGROHO menghadirkan koleksi TANA DOANG – Heritage in Motion dalam peragaan busana IN2MOTION FEST x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026(Foto: ombenk/Warta7.id
# Mbah WP

Warta7.id -JAKARTA 16 Oktober 2026  Desainer Nina Septiana melalui brand busana Muslimah profesional NINA NUGROHO menghadirkan koleksi TANA DOANG – Heritage in Motion dalam peragaan busana IN2MOTION FEST x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (15/10/2026).

Koleksi yang ditampilkan pada pukul 19.00 WIB dalam Parade 8 tersebut mengangkat kekayaan wastra Makassar, khususnya Tenun Lagosi dan Tenun Sarung Sengkang, ke dalam rancangan busana kerja profesional yang modern dan elegan.

Melalui delapan tampilan (look), Nina memadukan unsur tradisional dengan desain busana Muslimah kontemporer. Eksplorasi siluet, warna, motif, bordir, serta detail tailoring menjadi bagian utama koleksi yang dirancang untuk merepresentasikan karakter perempuan profesional masa kini.

Nina Septiana, desainer sekaligus CEO PT Nina Nugroho Internasional(Foto: om brott)

Nina Septiana, desainer sekaligus CEO PT Nina Nugroho Internasional, mengatakan koleksi ini merupakan upaya menerjemahkan kekayaan budaya Makassar ke dalam bahasa desain yang relevan dengan kebutuhan perempuan modern.

“Melalui koleksi ini, NINA NUGROHO menerjemahkan kekayaan budaya Makassar ke dalam bahasa desain yang relevan dengan perempuan profesional masa kini. Wastra tradisional tidak sekadar hadir sebagai elemen dekoratif, tetapi menjadi bagian dari identitas koleksi yang menyatukan nilai budaya dengan karakter busana profesional,” ujar Nina.

Mengolah Wastra Makassar dalam Busana Profesional

Koleksi TANA DOANG – Heritage in Motion mengangkat gagasan bahwa warisan budaya tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu, tetapi dapat terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan akar dan maknanya.

Tenun Lagosi menjadi salah satu elemen utama yang merepresentasikan keseimbangan antara tradisi dan modernitas. Wastra ini dihadirkan sebagai simbol identitas budaya, ketekunan berkarya, serta perempuan yang terus bertumbuh tanpa meninggalkan akar budayanya.

Sementara itu, Tenun Sarung Sengkang membawa nilai kehormatan, kerja keras, kesabaran, dan kebersamaan. Koleksi ini juga mengangkat filosofi Siri’ na Pacce, yang berkaitan dengan harga diri, integritas, dan kepedulian dalam budaya Bugis-Makassar.

Nilai-nilai tersebut diterjemahkan ke dalam rancangan yang memadukan karakter kuat dengan kesan elegan. Pendekatan ini sekaligus memperlihatkan bagaimana wastra tradisional dapat menjadi bagian dari busana profesional, bukan hanya digunakan sebagai ornamen pelengkap.

Delapan Tampilan dengan Siluet Modern

Dalam peragaan tersebut, NINA NUGROHO mengeksplorasi beragam bentuk busana, mulai dari long outer, jaket, mantel (coat), hingga setelan dengan detail tailoring dan aksen wastra.

Palet warna koleksi mencakup hitam, cokelat, merah, hijau, serta nuansa natural yang dipadukan dengan kekayaan warna dan motif Tenun Lagosi maupun Sarung Sengkang.

Perpaduan tersebut menghadirkan interpretasi busana kerja Muslimah yang mengedepankan fungsi, karakter, dan identitas budaya. Pengolahan wastra ke dalam siluet modern juga menjadi pendekatan untuk memperluas penggunaan kain tradisional dalam kehidupan sehari-hari perempuan profesional.

Fashion Show desainer Nina Nugroho

Modest Fashion sebagai Identitas Budaya

Melalui koleksi ini, NINA NUGROHO menempatkan modest fashion tidak hanya sebagai pilihan berbusana, tetapi juga sebagai medium untuk menyampaikan nilai, karakter, dan identitas perempuan.

TANA DOANG – Heritage in Motion menjadi bagian dari upaya menghubungkan kekayaan budaya Indonesia dengan perkembangan mode kontemporer. Wastra Makassar dihadirkan dalam perspektif baru agar tetap relevan dengan kebutuhan dan gaya hidup generasi masa kini.

Pesan utama koleksi tersebut terletak pada cara tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan. Warisan budaya tidak harus dipertahankan dalam bentuk yang sama, tetapi dapat terus diolah dan dikembangkan tanpa kehilangan nilai yang mendasarinya.

**Benksu

banner 325x300
banner 120x600
# Mbah WP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *