banner 728x250

MotoGP Mandalika Didorong Jadi Penggerak Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat

Menteri PMK Pratikno, Pemerintah ingin industri olahraga mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.(FOTO : Humas PMK)
Menteri PMK Pratikno, Pemerintah ingin industri olahraga mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.(FOTO : Humas PMK)
banner 468x60

Warta7.id – Jakarta, 30 September 2026 – Pengembangan industri olahraga nasional tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi dan penyelenggaraan ajang olahraga berskala internasional. Pemerintah ingin industri olahraga mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat memberikan arahan dalam Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika dan Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Example 300x600

Menurut Pratikno, penyelenggaraan MotoGP di Kawasan Mandalika, Nusa Tenggara Barat, seharusnya tidak berhenti sebagai agenda olahraga kelas dunia. Ajang tersebut harus menjadi bagian dari ekosistem industri olahraga yang mampu membuka peluang ekonomi, lapangan kerja, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Perlu ada ekosistem yang memadai yang membuat prestasi global menjadi lokomotif, tetapi rakyat Indonesia harus menjadi gerbong yang ikut tertarik. Jangan sampai lokomotif itu jalan sendirian,” ujar Pratikno.

Ia menjelaskan, keberadaan ajang olahraga internasional seperti MotoGP dapat menjadi pintu masuk untuk menciptakan manfaat yang lebih luas. Selain mendorong aktivitas ekonomi, industri olahraga juga memiliki peran dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, membangun karakter melalui nilai sportivitas dan persatuan, serta melahirkan talenta-talenta unggul.

Pemerintah ingin industri olahraga mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas

Karena itu, pemerintah menempatkan prinsip growth, inclusive, dan sustainable sebagai bagian penting dalam pengembangan industri olahraga, khususnya di Mandalika.

Dari sisi pertumbuhan, kawasan olahraga dan pariwisata diharapkan mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru. Sementara aspek inklusivitas menekankan keterlibatan masyarakat lokal agar manfaat pembangunan tidak hanya dinikmati oleh pelaku usaha atau kelompok tertentu.

“Mandalika kita upayakan bersama agar jangan hanya dinikmati oleh sedikit orang, tetapi dinikmati oleh semua orang, masyarakat sekitar harus menikmati hiruk pikuk globally competitive ini,” tegasnya.

Pratikno juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Mandalika, kata dia, perlu dipertahankan sebagai kawasan hijau sekaligus memiliki fungsi optimal dalam mendukung ketahanan air.

Untuk memastikan pengembangan industri olahraga berjalan terarah, Pratikno mengapresiasi penyusunan desain besar pengembangan industri olahraga oleh Kementerian PPN/Bappenas. Desain tersebut diibaratkan sebagai rel yang menjaga agar pertumbuhan industri olahraga tetap berada pada jalur yang tepat dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pemerintah berharap pengembangan industri olahraga ke depan tidak hanya menghasilkan penyelenggaraan event berskala internasional, tetapi juga membangun ekosistem yang menghubungkan olahraga dengan ekonomi, pariwisata, kesehatan, pendidikan, pengembangan talenta, hingga penciptaan lapangan kerja.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri PPN/Kepala Bappenas Rahmat Pambudy, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Indah Dhamayanti Putri, Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia Maya Watono, Plt. Direktur Utama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia Ahmad Fajar, serta Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association Ananda Mikola.

**Benksu

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *