Warta7.id – Jakarta 30 September 2026 Batuk, pilek, demam, dan tubuh terasa lemas kerap membuat seseorang buru-buru mencari obat agar bisa segera kembali beraktivitas. Padahal, pada sebagian besar kasus influenza ringan, tubuh memiliki kemampuan untuk melawan infeksi tanpa memerlukan pengobatan khusus.
Dokter Spesialis Paru RSPI Sulianti Saroso, dr. Pompini Agustina Sitompul, mengatakan influenza pada umumnya merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya atau self-limiting disease. Gejalanya pun dapat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.
“Penyakit ini sebenarnya gejalanya cukup bervariasi dan bisa sembuh sendiri. Penyakit ini baru menjadi berat pada kelompok-kelompok tertentu,” ujar Pompini dalam konferensi pers daring di Jakarta, Senin (28/9).
Karena itu, tidak semua orang yang mengalami gejala flu membutuhkan obat antivirus. Salah satu obat yang kerap dianggap sebagai obat untuk mengatasi batuk dan pilek adalah Oseltamivir.
Menurut Pompini, anggapan tersebut perlu diluruskan. Oseltamivir bukan ditujukan untuk mengatasi common cold atau batuk pilek biasa, melainkan dapat diberikan pada kondisi tertentu, terutama pasien dengan gejala berat maupun kelompok yang memiliki risiko komplikasi.
“Pada kasus-kasus berat yang ditandai adanya gejala batuk sesak napas yang memerlukan bantuan oksigen, pada kasus berat itulah baru bisa diberikan Oseltamivir. Penelitian menunjukkan pemberian Oseltamivir pada kasus ringan efektivitasnya kecil,” jelasnya.
Ahli Farmakologi, dr. Dewi Selvina Rosdiana, juga mengingatkan pentingnya penggunaan obat secara tepat. Obat antivirus sebaiknya tidak dikonsumsi tanpa indikasi medis karena tetap memiliki potensi menimbulkan efek samping.
Ia menyebut penggunaan Oseltamivir tanpa indikasi yang tepat dapat meningkatkan risiko muntah pada anak hingga 1,6 kali lebih tinggi.
Saatnya Istirahat, Bukan Memaksakan Aktivitas
Ketika flu menyerang, salah satu langkah sederhana yang justru sering diabaikan adalah memberikan tubuh waktu untuk beristirahat. Selain membantu proses pemulihan, mengurangi aktivitas saat sakit juga penting untuk mencegah virus berpindah kepada orang lain.
Dokter Spesialis Anak RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr. Mulya Rahma Karyanti, secara khusus mengingatkan orang tua agar tidak memaksakan anak pergi ke sekolah ketika sedang mengalami batuk dan pilek.
“Untuk anak-anak yang lagi batuk pilek, sebaiknya tidak ke sekolah dulu, sebaiknya dia istirahat. Karena kalau dia ke sekolah, dia akan menularkan ke anak-anak sehat sekitarnya,” ujar Karyanti.
Menurutnya, keputusan untuk beristirahat di rumah bukan hanya berkaitan dengan pemulihan anak, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memutus rantai penularan.
Orang tua juga dianjurkan memisahkan peralatan makan anak yang sedang sakit serta membiasakan etika batuk yang benar. Saat batuk atau bersin, mulut dan hidung sebaiknya ditutup menggunakan siku bagian dalam, bukan telapak tangan.
Langkah sederhana tersebut penting karena influenza dapat menular melalui droplet atau percikan yang keluar ketika seseorang batuk, bersin, maupun berbicara.
Pencegahan Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari
Selain penanganan ketika sakit, menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat menjadi bagian penting dalam mencegah influenza.
Kementerian Kesehatan merekomendasikan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta vaksinasi influenza tahunan. Vaksin influenza dapat diberikan mulai usia 6 bulan hingga orang dewasa.
Dengan demikian, menghadapi flu tidak selalu berarti harus segera mencari obat. Mengenali gejala, memberikan tubuh kesempatan untuk beristirahat, menjaga kebersihan, serta mengetahui kapan membutuhkan pertolongan medis menjadi langkah yang tidak kalah penting.
Terlebih, penggunaan obat secara tepat bukan hanya soal mempercepat pemulihan, tetapi juga menghindarkan pasien dari risiko efek samping akibat pengobatan yang tidak diperlukan.
**Benksu













