banner 728x250

Kemenkes Kirim 500 Ribu Masker per Provinsi untuk Warga Terdampak Karhutla

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat penyaluran bantuan kesehatan bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla)Foto : dok.Kemeskes
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat penyaluran bantuan kesehatan bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla)Foto : dok.Kemeskes
# Mbah WP

Warta7.id – Jakarta, 19 Oktober 2026 — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat penyaluran bantuan kesehatan bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan. Setiap provinsi terdampak akan mendapat tambahan 500 ribu masker, disertai oxygen concentrator dan obat-obatan sesuai kebutuhan daerah.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla, sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh layanan medis selama kondisi darurat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menginstruksikan percepatan distribusi logistik medis dan penguatan layanan kesehatan di daerah terdampak. Ia juga meminta seluruh puskesmas membuka layanan rumah oksigen serta memastikan ketersediaan obat-obatan, terutama untuk menangani infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare.

“Kirimkan segera 500 ribu masker tambahan untuk setiap provinsi terdampak, beserta oxygen concentrator, dan pasokan obat-obatan yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan daerah,” tegas Budi dalam rapat koordinasi penanganan karhutla bidang kesehatan di Jakarta, Sabtu (17/10).

Rapat tersebut melibatkan dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, kepala puskesmas, serta unit pelaksana teknis (UPT) Kemenkes dari tujuh wilayah terdampak, yakni Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

Layanan Kesehatan Menjangkau Rumah Warga

Selain menambah pasokan medis, pemerintah menyiapkan layanan kesehatan langsung ke rumah warga untuk melindungi kelompok rentan, terutama anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia).

Kemenkes bersama pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan tenaga kesehatan setempat menyiagakan layanan Posyandu dari rumah ke rumah. Upaya ini ditujukan agar kelompok rentan tetap memperoleh pelayanan kesehatan ketika masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah akibat paparan asap.

Tenaga kesehatan juga diminta memberikan pertolongan kepada petugas pemadam kebakaran yang membutuhkan layanan medis saat bertugas di lapangan.

Untuk memastikan penanganan berjalan efektif, Kemenkes kembali menerjunkan tim Pusat Krisis Kesehatan (Puskris). Tim ini bertugas memantau penyaluran bantuan, operasional rumah oksigen, serta kebutuhan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.

Koordinasi Pusat dan Daerah Diperkuat

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono menekankan pentingnya respons darurat terpadu antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi dampak kesehatan akibat karhutla.

Menurut dia, pemenuhan kebutuhan medis dan logistik harus dilakukan secepat mungkin agar masyarakat terdampak memperoleh perlindungan yang memadai.

“Pemenuhan kebutuhan medis dan logistik harus dieksekusi sesegera mungkin. Kita semua harus bergerak bersama mengambil langkah cepat dan sigap untuk mengatasi ancaman kesehatan yang dihadapi masyarakat terdampak karhutla,” ujar Sugiono.

Rapat koordinasi dilakukan setiap hari untuk memperbarui pemetaan kondisi masyarakat di lapangan, memperkuat koordinasi lintas wilayah, serta memastikan bantuan medis disalurkan tepat waktu dan sesuai kebutuhan.

 

Melalui langkah tersebut, pemerintah berupaya memperkuat kesiapsiagaan layanan kesehatan sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan masyarakat selama karhutla masih berdampak pada wilayah Sumatra dan Kalimantan.

Sumber berita Humas Kemenkes

**Benksu

banner 325x300
banner 120x600
# Mbah WP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *